WASHINGTON: Chile digegarkan dengan gempa 6.1 skala Richter awal hari ini, selepas gempa kuat dan tsunami di bahagian tengah negara itu yang mengorbankan 452 orang, bulan lalu.
Agensi Penyelidikan Geologikal Amerika Syarikat (USGS) melaporkan, gempa berlaku jam 5.43 petang waktu tempatan (2143 GMT) yang berpusat di 282 kilometers di barat daya Santiago.
Bagaimanapun belum ada laporan mengenai kecederaan atau kerosakan yang berlaku.
Pada Februari lalu, Chile dilanda gempa terkuat 7.0 Richter yang berpusat di Concepcion yang mengorbankan 552 orang dengan nilai kerosakan mencecah AS$30 bilion. - AFP
Di 1 Malaysia pula ribut kuat melanda negeri Perlis Indera kayangan yg khab
Peristiwa yg lain pula pembuangan anak-anak yg masih bayi di merata-rata tempat. Mereka menyamakan taraf bayi mereka itu sama dengan sampah dan najis . Lebih najis dan sampah hati ibu bapa bayi yg melakukannya .Isu ini adalah isu lama yg diberi nafas baru ....
Di sana sini berlakunya perbuatan zina ..sehingga seorang penzina perempuan sanggup berzina dengan pelanggannya di tepi pembuangan sampah dan redha dengan upah RM 1.00 .
Di Akhirat kelak nanti bayi yg meninggal itu akan bertanya
" Dosa apakah yg aku lakukan sehingga aku ini di bunuh ? ..... apa jawapan anda wahai saudari -saudari ku ....
* Sebuah Rumah di Aceh Besar Jadi Korban Utama
BANDA ACEH - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Blang Bintang, Aceh Besar meramalkanakan terjadinya peningkatan frekuensi petir dan puting beliung di Banda Aceh, Aceh Besar, Aceh Utara, dan Pidie bahagian utara. “Ini fenomena peralihan musim dari musim hujan ke musim kemarau,” kata Kabid Observasi dan Informasi BMKG, Alvianto melalui ketua pengumpulan Analisa, Khairul Akbar, kepada Serambi, Sabtu (27/3).
Menurut Khairul Akbar, sejak 10 hari terakhir bulan Mac hingga akhir April, ada beberapa fenomena cuaca yang perlu diwaspadai, di antaranya meningkatnya frekuensi petir dan puting beliung di empat daerah yang dipantau BMKG. “Frekuensi petir itu meningkat pada masa peralihan , iaitu peralihan dari musim hujan ke musim kemarau ataupun dari musiam kemarau ke musim hujan. Masa peralihan itu terjadi dua kali setiap kali pergantian musim. Jangka masa pertukaran biasanya berlaku selama sebulan sebagaimana pengamatan umum,” kata Khairul.
Sebagaimana laporan awal musim kemarau yang dikeluarkan BMKG Pusat untuk wilayah zon musim (ZOM) meliputi Banda Aceh, Aceh Besar, Aceh Utara, dan Pidie bahagian utara, awal musimnya lebih cepat berbanding kabupaten/kota lain di Aceh. Sedangkan barat dan selatan merupakan daerah di luar zon musim.
“Mengenai puting beliung tidak boleh di pantau secara spesifik hanya dalam batasan wilayah dan bersifat sangat-sangat lokal. Frekuensinya lebih tinggi pada peralihan dari musim kemarau ke musim penghujan. Namun demikian masih tetap harus diwaspadai,” kata prakirawan, Khairul menjelaskan fenomena itu. “Kondusi itu disebabkan peredaran udara cukup tinggi pada musim hujan dan peralihan,” tambahnya. Hingga seminggu ke depan, dari empat kota yang dipantau BMKG, daerah yang udaranya masih cukup lembab dan berpeluang terbentuknya awan dan hujan iaitu Banda Aceh, Aceh Besar, Aceh Barat, dan utara Aceh.
“Kondisi cuacanya didominasi ber awan dan hujan -hujan renyai hingga kadang-kadang lebat. Sedangkan untuk wilayah Sabang masih cenderung kering dan didominasi cerah hingga ber awan, meskipun demikian peluang hujan masih tetap ada. Angin umumnya bertiup dari timur laut hingga timur dengan kecepatan 10-30 km/jam,” katanya. Mengenai ketinggian gelombang laut di perairan Aceh rata-rata berkisar 0,5 hingga 1,25 meter atau masih dalam batas wajar.
Korban puting beliung
Rumah Sulaiman Muhammad (55), di Gampong Seupeu, Kemukiman Bungcala, Kecamatan Kutabaro, Aceh Besar,petang Sabtu (27/3) rosak yg serius setelah ‘dilanggar’ puting beliung yang menerjang kawasan desa itu. Meskipun tak ada korban jiwa namun setengah bahagian atap rumah Sulaiman terbongkar dan diterbangkan angin sejauh ratusan meter.
Sulaiman menceritakan, musibah itu terjadi pada petang Sabtu sekitar pukul 16.30 . “Saya sedang di rumah waktu itu, sedangkan anggota keluarga yang lain sedang ke tempat kenduri di Gampong Gue,” kata Sulaiman. Sulaiman mengaku sangat terkejut ketika rumahnya tiba-tiba bergoncang seperti mahu roboh. Dengan gerakan sepontan ,Sulaiman berlindung di bahagian dapur. “Terjangan angin tidak lama, tetapi dalam waktu singkat itu rumah saya sudah terangkat sebahagiannya ,” kata Sulaiman.
Setiausaha Gampong Seupeu, Ridwan Ibrahim mengatakan, setelah kejadian itu, seluruh warga gampong langsung menuju ke rumah Sulaiman Muhammad untuk membantu apa saja yang boleh mereka bantu. “Kami berharap pihak pemerintah perhatin terhadap keluarga mangsa,” ujar Ridwan.
Menurut saksi dikalangan masyarakat, pergerakan angin yang menghentam rumah Sulaiman Muhammad mulai terlihat dari Gampong Ujong Blang yang berjarak sekitar satu kilometer dari Gampong Seupeu. Pusaran angin bergerak cepat menggulung sampah dan ranting-ranting pohon ke udara. Bahkan ketika atap rumah Sulaiman terbongkar dan diterbangkan angin, sempat terlihat oleh warga Blang Bintang yang berjarak sekitar dua kilometer dari lokasi kejadian.










